Fabio Erlang, Fighter Minimoto Yang Semakin Berbahaya


Siapa sangka yang awalnya cuma suka lihat motor grasstrack, akhirnya bisa sering terlihat di tangga podium setiap balap. Berada di tangan yang tepat bersama Berang-Berang Frame, Fabio Erlang Destya bocah kelahiran Kendal 14 Desember 2006 menunjukkan grafik peningkatan performa di setiap event balap yang diikuti. Jiwa fighting nya yang semakin berbahaya selalu terlihat sejak awal balap sampai akhir balap. Dalam 2 kejuaraan terakhir di bulan Desember, Erlang mampu merebut posisi terdepan di akhir putaran. Di Blora, Erlang berhasil mencuri posisi dari Rubin Caesar. Di Bandungan kembali mencuri posisi Dimas Navaro di lap terakhir, dan satu lagi Erlang dengan berani fighting dengan Evan Kresna.

Duel F.Erlang dan Evan Kresna
Dimulai pada tahun 2014 mengikuti seri Indiel Racing Organizer, Erlang mampu meraih Juara Umum di tahun 2015 di kelas Minimoto 5-9 Tahun bersama Plavix dan 104Tech Jogja Tahun ini. Masuk tahun berikutnya di tahun 2016, Erlang naik kelas di Minimoto 12 Tahun. Sayang, nasib Erlang harus terombang ambing dan di tambah lagi krisis menimpa keluarga Pak Minto Waluyo (Ayah Erlang) setelah kehilangan mobil. Namun di balik itu, Erlang ternyata dilirik oleh Berang-Berang Frame, Erlang mendapat dukungan dari Mas Fajar agar tetap terus balap. Erlang di latih untuk menikmati balapan, membuat irama berkendara yang rapi. Dengan bakat yang dimiliki Erlang, Erlang menunjukkan grafik peningkatan teknik balap. Dan di tahun 2017 ini Erlang berhasil menjadi Runner Up kelas Minimoto 12 Tahun di kejuaraan Indiel Series 2017 selama 5 seri.

Fabio Erlang dan Pak Minto Waluyo 
Satu hal yang membuat tim redaksi RSS Gallery ingin ngobrol dengan ayah Erlang ketika mendengar bahwa Erlang ngumpulin duit hadiah buat beli mesin motor "Dia (Erlang) mau beli mesin motor sendiri, jadi itu yang bikin dia motivasi untuk terus bisa juara di setiap event. Saya sampai gak habis pikir, semangat anak ini kok gak main-main. Hadiah balap itu cuma muter buat balap, hasil balap sini buat main di balap berikutnya sampai seterusnya. Lha mesin ini kan sudah lama, sudah saatnya peremajaan. Erlang mau beli mesin buat ganti yang sekarang." tutur Ayahanda Erlang. Erlang sendiri tergolong anak yang nurut sama orang tua dan gak banyak sambat (ngeluh). Lha di ajak ngobrol aja juga cuma senyum-senyum gak banyak bicara. Tapi kalo pas balap ya harus podium buat tambah-tambah beli mesin motor baru. "Sekarang kalo dirumah, yang di obrolin ya cuma balap, cari info ada event balap dimana biar bisa berangkat. Dan kalaupun pulang balap sampai malam, pagi nya ada jadwal sekolah ya Erlang gak mau bolos. Erlang gak mau ketinggalan sekolahnya" tambah Pak Minto.

Sebenarnya kalo ditulis semua, obrolan dengan Pak Minto ini bisa jadi biografi tebal. Ngobrol sama Pak Minto ini memang gak ada rem nya, jalan terus saking asiknya. Tapi intinya ya itu tadi sedikit sejarah singkat dari Fabio Erlang Destya, peraih Runner Up Minimoto 12 Tahun Indiel Series 2017. Bisa jadi tahun depan (2018) Erlang bakal lebih mendominasi podium Minimoto. Perlu hati-hati dengan jiwa fighting Erlang. Sampai jumpa di grasstrack 2018 ya...

No comments

RSS GALLERY 2016. Powered by Blogger.